Jateng kembali gelar BTMX 2019 tingkatkan jumlah wisatawan

Target kita, akhir tahun banyak pengunjung, kemudian setelah itu ada ‘low season’, bagaimana nanti apa yang ditawarkan. Jangan sampai ‘low season’ menjadi alasan klise

Semarang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata kembali menggelar Borobudur Travel Mart and Expo (BTMX) 2019 sebagai salah satu upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu.


Ia mengungkapkan pertimbangan dilaksanakan BTMX 2019 di Kota Semarang, bukan di Magelang, karena destinasi-destinasi wisata di Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini dinilai cukup berkembang seperti Kawasan Kota Lama Semarang dan Bangunan Lawang Sewu.


Ia menyebutkan BTMX 2019 akan diikuti oleh 88 pelaku pariwisata Jateng yang bertindak selaku “seller” dan 85 “buyer” yang merupakan pelaku pariwisata dari luar Jateng seperti Bandung, Ambon, Bali, Jakarta, Makassar, Samarinda, Surabaya, Malaysia, dan Singapura.


Ia menjelaskan bahwa tujuan digelar BTMX 2019 adalah meningkatkan citra positif Jateng sebagai pusat budaya dan destinasi wisata unggulan di Indonesia, membangun jejaring promosi terpadu lintas usaha jasa pariwisata dan lintas negara.


Kemudian, menjual potensi pariwisata Jateng dan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara serta mancanegara ke Jateng, serta memberikan ruang dan media bagi pelaku usaha pariwisata sebagai penunjang untuk memasarkan produknya.


Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Sinoeng N. Rachmadi menambahkan, BTMX 2019 merupakan upaya pihaknya untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di 35 kabupaten/kota.


“Target kita, akhir tahun banyak pengunjung, kemudian setelah itu ada ‘low season’, bagaimana nanti apa yang ditawarkan. Jangan sampai ‘low season’ menjadi alasan klise,” katanya.


Menurut dia, dengan adanya program-program skala internasional, maka harapannya bisa tingkatkan kunjungan wisatawan ke Jateng.


“Untuk saat ini, Jateng masih didominasi kunjungan wisatawan mancanegara dari Eropa, yakni Perancis, Jerman, Belanda, dan Inggris. Selain itu, kunjungan dari wisatawan asal Tiongkok juga tinggi sekali sekitar 5,20 persen, Perancis 16 persen, Belanda 10,10 persen, dan Inggris 9,8 persen, dan Jerman 5,70 persen,” ujarnya.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber : AntaraNews.com