Hal itu terungkap dalam pertemuan Field dan Sukma yang didampingi Koordinator Fungsi Politik Kedutaan Besar Indonesia di London, Andalusia Dewi.
Kedua pihak mencatat peningkatkan kerja sama bilateral, utamanya sejak disepakatinya kemitraan strategis Indonesia-Inggris lima tahun lalu. Kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan terus menguat, khususnya di bidang penanganan terorisme dan industri strategis.
Sementara kerja sama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi menunjukkan tren positif dan masih banyak potensi untuk semakin dikembangkan. Keduanya juga menyambut baik hubungan antar-masyarakat (people-to-people links) antara Indonesia dan Inggris yang semakin menguat.
Pada 2016 tercatat sekitar 4.700 mahasiswa Indonesia belajar di berbagai universitas di Inggris, dengan hampir setengahnya, yaitu sekitar 2.300 mahasiswa LPDP. Saling kunjung antara kedua wisatawan juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Begitu pun jumlah wisatawan asal Indonesia ke Inggris meningkat lebih dari 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, pada periode yang sama Inggris merupakan negara Eropa penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia.
Kedua pihak tukar pandangan tentang isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Inggris mitra dagang keempat terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai 2,48 miliar dolar Amerika Serikat pada 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan kedua terbesar investor asal Eropa dengan nilai 306 juta dolar Amerika Serikat pada 2016.
Pada 2016, terdapat sekitar 42.000 WNI yang berkunjung ke Inggris dan sebesar 328.000 orang wisatawan Inggris ke Indonesia.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Sumber : AntaraNews.com
